12 Negara yang pernah disanksi FIFA

12 Negara yang pernah disanksi FIFA. Akhirnya jatuhnya sanksi FIFA untuk Indonesia sudah menjadi kenyataan. Secara resmi FIFA menjatuhkan sanksinya untuk Indonesia, via surat resmi per tanggal 30 Mei 2015 waktu Zurich.

Jatuhnya sanksi FIFA untuk Indonesia itu, adalah hasil dari kemelut antara PSSI dan Kemenpora. Seperti yang diketahui, Kemenpora secara resmi membekukan PSSI pada tanggal 17 April 2015 lalu.

Lewat keputusannya, Kemenpora tidak mengakui segala bentuk aktivitas yang diselenggarakan oleh PSSI. Hal ini termasuk kepada semua level kompetisi. 

Hal ini yang jadi landasan kuat untuk FIFA menjatuhkan sanksinya, karena bentuk intervensi pemerintah lewat Kemenpora.

Hingga saat ini, 31 mei 2015 Indonesia menjadi negara ke-12 yang dijatuhi sanksi oleh federasi sepakbola tertinggi di dunia tersebut. Sebelumnya ada 10 negara yang juga pernah dihukum FIFA akibat intervensi pemerintah.

Berikut ini 12 negara yang pernah dijatuhi sanksi FIFA:

1. Yunani

Federasi Sepakbola Yunani, HFF mendapat sanksi dari FIFA pada 3 Juli 2006, karena adanya campur tangan dari pemerintah dan politisasi dalam sepakbola. Hal itu dianggap melanggar statuta FIFA. Tapi HFF lalu meresponsnya dengan mengajukan perubahan.

Alhasil, FIFA pun memberi tenggat waktu hingga 15 Juli 2006, sebelum Yunani benar-benar dinonaktifkan dari persepakbolaan internasional. Dan, pada 7 Juli 2006, HFF memiliki undang-undang olahraga baru, yang sejalan dengan FIFA. Sanksi pun dicabut.

2. Iran

November 2006, atau lima bulan setelah Iran tampil di Piala Dunia 2006, FIFA memberi sanksi kepada Federasi Sepakbola Iran, IRIFF. Hal tersebut tak terlepas dari campur tangan pemerintah perihal terpilihnya kembali Mohammad Dadkan sebagai Presiden IRIFF.

FIFA menilai tak ada independensi terkait pemilihan presiden baru IRIFF, sehingga dianggap telah melanggar pasal 17 Statuta FIFA. Namun, setelah dilakukan pemilihan ulang Presiden IRIFF, tepatnya Desember 2006, sanksi tersebut dicabut.

3. Kenya

Pada November 2006, Federasi Sepakbola Kenya, KFF mendapat sanksi dari FIFA, setelah adanya campur tangan pemerintah kenya dalam hal sepakbola. Namun pada 2007, FIFA akhirnya mencabut sanksi, setelah adanya perbaikan dalam tata kelola federasi.

Pada 2008, pemegang otoritas tertinggi sepakbola Kenya sendiri berpindah ke FKL. Sebelum akhirnya pada 2011, hanya ada satu badan yang membawahi sepakbola, yaitu FKF.

4. Kuwait

Pada Oktober 2007, Federasi Sepakbola Kuwait (KFA) mendapat sanksi oleh FIFA, berupa larangan mengikuti segala kegiatan sepakbola di level internasional. Itu merupakan buntut dari adanya intervensi pemerintah dalam pemilihan ketua umum dan anggota.

Sebulan kemudian, sanksi tersebut dicabut sementara oleh FIFA, setelah KFA menyetujui adanya beberapa perubahan. Tapi, lalu sanksi diberikan lagi dan baru dilepas secara kondisional pada kongres FIFA pada 2009. Situasi mereka pun terus dimonitor oleh FIFA.

5. Ethiopia

Majelis Umum Ethiopia memecat Presiden Federasi Sepakbola Ethiopia, EFF, Ashebir Woldegiorgis pada Januari 2008. Tapi, Ashebir menolaknya, sehingga terjadi kekisruhan. Alhasil, FIFA memberi sanksi, karena pemerintah dianggap telah mengintervensi.

Ethiopia pun mesti absen dari laga-laga internasional, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2010. Namun, setelah terpilih presiden EFF yang baru, Sahlu Gebrewold Gebremariam, FIFA kemudian mencabut sanksi tersebut.

6. Madagaskar

Pada 19 Maret 2008 FIFA memberi sanksi kepada Federasi Sepakbola Madagaskar, FMF. Itu dilakukan setelah pemerintah membubarkan kepengurusan FMF dan meminta dilakukannya pembentukan ulang. FIFA menganggap ada intervensi dari pemerintah.

Alhasil, Timnas Madagaskar pun dilarang berpartisipasi dalam segala kompetisi di level internasional. Namun, Mahkamah Agung setempat kemudian tak memuluskan upaya pemerintah untuk membubarkan FMF. Sanksi pun dicabut pada 19 Mei 2008.

7. Peru
Federasi Sepakbola Peru, FPF mendapat sanksi dari FIFA pada November 2008. Hal tersebut dikarenakan adanya percekcokan antara federasi dan pemerintah. FPF pun kemudian diberi waktu sebulan untuk mengendalikan situasi.

Setelah dilarang tampil di semua pertandingan level Internasional, FPF pun akhirnya mampu memenuhi apa yang disyaratkan FIFA. Pada Desember 2008, atau sebulan sejak sanksi diberikan, FIFA akhirnya mencabut hukuman tesebut.

8. Brunei

Brunei dinonaktifkan dari segala urusan sepakbola internasional oleh FIFA pada September 2009. Hal tersebut merupakan imbas dari tindakan pemerintah yang melenyapkan Federasi Sepakbola Brunei, BAFA, dan membentuk kepengurusan anyar, FABD pada 2008.

Setelah dibentuk komite normalisasi, akhirnya terbentuk federasi baru dengan nama NFABD. FIFA pun kemudian menyetujui pembentukan federasi tersebut dan resmi mencabut sanksi untuk Brunei pada Mei 2011.

9. Irak

Pada November 2009, Komite Olimpiade Irak membubarkan Federasi Sepakbola Irak, IFA. Pihak keamanan pun kemudian menguasai kantor federasi. Dan, FIFA lalu memberi tenggat waktu 72 jam untuk memulihkan situasi, namun tetap tak ada perubahan.

Sanksi diberikan, sehingga Irak dinonaktifkan dari segala aktivitas sepakbola internasional. Baru setelah empat bulan, atau tepatnya pada Maret 2010, segala permasalahan tersebut akhirnya bisa diatasi dan FIFA pun mencabut sanksi untuk Irak.

10. Nigeria

Pada 4 Oktober 2010, Federasi Sepakbola Nigeria, NFF mendapat sanksi dari FIFA. Hal itu dilakukan setelah adanya tindakan intervensi dari pemerintah yang mencampuri urusan sepakbola nasional. Namun, empat hari berselang, hukuman tersebut dicabut.

Hal serupa kembali terulang pada 9 Juli 2014. Lagi-lagi, pemerintah melakukan intervensi dan kali ini perihal pengangkatan sepihak Lawrence Katiken sebagai pemimpin federasi. Namun, 10 hari kemudian, situasi kembali normal dan FIFA mencabut sanksinya

11. Kamerun

Kamerun jadi negara Afrika ke-3 yang mendapat sanksi dari FIFA. Seperti negara lainnya, FIFA menjatuhkan sanksi pada Kamerun dengan penyebab yang sama. Sanksi dijatuhkan FIFA pada Kamerun bulan Juni 2013.

12. Indonesia

Indonesia adalah negara ke-12 yang dijatuhi sanksi FIFA, akibat konfilik PSSI dan Kemenpora. FIFA menjatuhi sanksi kepada Indonesia tanggal 30 Mei 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sejarah dan Daftar juara copa del rey

Sejarah dan Daftar juara copa del rey. Piala Raja Spanyol atau Copa del Rey dalam bahasa Spanyol adalah sebuah kompetisi sepak bola yang diperuntukkan untuk klub-klub sepak bola Spanyol. Nama lengkapnya adalah Copa de Su Majestad El Rey Don Juan Carlos I, berdasarkan nama Raja Spanyol yang memerintah saat ini, Juan Carlos I.

Sejarah copa del rey

Kompetisi ini pertama kali dimulai pada tahun 1902, ketika itu Carlos Padrós, yang kemudian menjadi presiden klub Real Madrid FC mengusulkan diadakannya kompetisi sepak bola untuk menandai dimahkotainya Alfonso XIII. Empat klub yang mengikuti kompetisi ini adalah: FC Barcelona, Club Espanyol de Foot-Ball, Club Vizcaya, dan New Foot-Ball de Madrid. Club Vizcaya berhasil mengalahkan FC Barcelona di babak final sekaligus menjadikan klub tersebut sebagai klub yang pertama menjuarai Copa del Rey.


Format copa del rey

Sebelum La liga muncul pada tahun 1928, kompetisi copa del rey ini merupakan kejuaraan nasional. Tahun demi tahun, berbagai macam format, seperti pemakaian babak penyisihan grup juga pernah dipakai. Tidak seperti Piala FA, yang berhak masuk Copa del Rey dibatasi. Hanya tim dari La Liga (Divisi Utama), Seguda A, 23 tim dari Segunda B dan tim yang menjuarai Divisi Tercera yang berhak mengikuti kompetisi ini. Babak-babak awal, kompetisi memakai sistem one-off game (1 pertandingan) dengan tim yang berada di peringkat atau divisi yang lebih rendah diberikan home advantage (tuan rumah). Babak 32 besar sampai babak semifinal, kompetisi ini memakai sistem 2 pertandingan (kandang-tandang). Sementara babak final adalah menggunakan one-off game, tapi di tempat netral. Tim yang juara berhak mengikuti Piala Super Spanyol dan Piala UEFA musim depannya.

Inilah daftar para juara Copa del Rey selengkapnya:

Musim     Juara        Skor        Runner–Up                 Tempat

1902  Bizcaya       2–1        Barcelona          Hipodromo, Madrid

1903  Athletic Bilbao 3–2 Madrid FC Hipodromo, Madrid

1904  Athletic Bilbao --- --- Tiro de Pichón,Madrid

1905 Madrid FC --- Athletic Bilbao Tiro de Pichón,Madrid

1906 Madrid FC --- Athletic Bilbao Hipodromo, Madrid

1907 Madrid FC 1–0 Bizcaya Hipodromo, Madrid

1908 Madrid FC 2–1 Real Vigo Sporting O'Donnell, Madrid

1909 Ciclista 3–1 Espanol de Madrid O'Donnell, Madrid

1910 Athletic Bilbao --- Vasconia Ondarreta, San Sebastian

1910 Barcelona --- Espanol de Madrid Tiro de Pichón,Madrid

1911 Athletic Bilbao 3–1 Deportivo Espanyol Jolaseta, Bilbao

1912 Barcelona 2–0 Gimnastica La Industria, Barcelona

1913 Racing de irun 1–0 Athletic Bilbao O'Donnell, Madrid

1913 Barcelona 2–1 Real Sociedad La Industria, Barcelona

1914 Athletic Bilbao 2–1 Espanya Amute, Irun

1915 Athletic Bilbao 5–0 RCD Espanol Amute, Irun

1916 Athletic Bilbao 4–0 Madrid FC La Industria, Barcelona

1917 Madrid FC 2–1 Arenas La Industria, Barcelona

1918 Real Union 2–0 Madrid FC O'Donnell, Madrid

1919 Arenas 5–2 Barcelona Martinez Campos, Madrid

1920 Barcelona 2–0 Athletic Bilbao El Molinon. Gijon

1921 Athletic Bilbao 4–1 Atletico Madrid San Mames, Bilbao

1922 Barcelona 5–1 Real Union Coia, Vigo

1923 Athletic Bilbao 1–0 Europa Les Corts, Barcelona

1924 Real Union 1–0 Real Madrid Atotxa, San Sebastian

1925 Barcelona 2–0 Arenas Reina Victoria, Sevilla

1926 Barcelona 3–2 Atletico Madrid Mestalla, Valencia

1927 Real Union 1–0 Arenas Torreo, Zaragoza

1928 Barcelona 3–1 Real Sociedad El Sardinero, Santander

1929 RCD Espanol 2–1 Real Madrid Mestalla, Valencia

1930 Athletic Bilbao 3–2 Real Madrid Montjuic, Barcelona

1931 Athletic Bilbao 3–1 Betis Charmartin, Madrid

1932 Athletic Bilbao 1–0 Barcelona Charmartin, Madrid

1933 Athletic Bilbao 2–1 Madrid Montjuic, Barcelona

1934 Madrid 2–1 Valencia Montjuic, Barcelona

1935 Sevilla 3–0 Sabadell Charmartin, Madrid

1936 Madrid 2–1 Barcelona Mestalla, Valencia

1937 Levante 1–0 Valencia Montjuic, Barcelona

1939 Sevilla 6–2 Racing de Ferrol Montjuic, Barcelona

1940 RCD Espanol 3–2 Real Madrid Charmartin, Madrid

1941 Valencia 3–1 RCD Espanol Charmartin, Madrid

1942 Barcelona 4–3 Athletic Bilbao Charmartin, Madrid

1943 Athletic Bilbao 1–0 Real Madrid Charmartin, Madrid

1944 Athletic Bilbao 2-0 Valencia Montjuic, Barcelona

1945 Athletic Bilbao 3–2 Valencia Montjuic, Barcelona

1946 Real Madrid 3–1 Valencia Montjuic, Barcelona

1947 Real Madrid 2–0 RCD Espanol Riazor, A Coruna

1948 Sevilla 4–1 Celta Vigo Charmartin, Madrid

1949 Valencia 1–0 Athletic Bilbao Charmartin, Madrid

1950 Athletic Bilbao 4–1 Valladolid Charmartin, Madrid

1951 Barcelona 3–0 Real Sociedad Charmartin, Madrid

1952 Barcelona 4–2 Valencia Charmartin, Madrid

1953 Barcelona 2–1 Athletic Bilbao Charmartin, Madrid

1954 Valencia 3–0 Barcelona Charmartin, Madrid

1955 Athletic Bilbao 1–0 Sevilla Santiago Bernabeu, Madrid

1956 Athletic Bilbao 2–1 Atletico Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1957 Barcelona 3–0 RCD Espanol Montjuic, Barcelona

1958 Athletic Bilbao 1–0 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1959 Barcelona 4–1 Granada Santiago Bernabeu, Madrid

1960 Atletico Madrid 3–1 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1961 Atletico Madrid 3–2 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1962 Real Madrid 2–1 Sevilla Santiago Bernabeu, Madrid

1963 Barcelona 3–1 Zaragoza Wembley Stadium (orisinal)

1964 Zaragoza 2–1 Atletico Madrid Camp Nou, Barcelona

1965 Atletico Madrid 1–0 Zaragoza Santiago Bernabeu, Madrid

1966 Zaragoza 2–0 Athletic Bilbao Santiago Bernabeu, Madrid

1967 Valencia 2–1 Athletic Bilbao Santiago Bernabeu, Madrid

1968 Barcelona 1–0 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1969 Athletic Bilbao 1–0 Elche Santiago Bernabeu, Madrid

1970 Real Madrid 3–1 Valencia Camp Nou, Barcelona

1971 Barcelona 4–3 Valencia Santiago Bernabeu, Madrid

1972 Atletico Madrid 2–1 Valencia Santiago Bernabeu, Madrid

1973 Athletic Bilbao 2–0 Castellon Santiago Bernabeu, Madrid

1974 Real Madrid 4–0 Barcelona Vicente Calderon, Madrid

1975 Real Madrid 0–0 (pen.) Atletico Madrid Vicente Calderon, Madrid

1976 Atletico Madrid 1–0 Zaragoza Santiago Bernabeu, Madrid

1977 Betis 2–2 (pen.) Athletic Bilbao Vicente Calderon, Madrid

1978 Barcelona 3–1 Las Palmas Santiago Bernabeu, Madrid

1979 Valencia 2–0 Real Madrid Vicente Calderon, Madrid

1980 Real Madrid 6–1 Real Madrid Castilla Santiago Bernabeu, Madrid

1981 Barcelona 3–1 Sporting Gijon Vicente Calderon, Madrid

1982 Real Madrid 2–1 Sporting Gijon Jose Zorrilla, Valladolid

1983 Barcelona 2–1 Real Madrid La Romareda, Zaragoza

1984 Athletic Bilbao 1–0 Barcelona Santiago Bernabeu, Madrid

1985 Atletico Madrid 2–1 Athletic Bilbao Santiago Bernabeu, Madrid

1986 Zaragoza 1–0 Barcelona Vicente Calderon, Madrid

1987 Real Sociedad 2–2 (pen.) Atletico Madrid La Romareda, Zaragoza

1988 Barcelona 1–0 Real Sociedad Santiago Bernabeu, Madrid

1989 Real Madrid 1–0 Valladolid Vicente Calderon, Madrid

1990 Barcelona 2–1 Real Madrid Luis Casanova, Valencia

1991 Atletico Madrid 1–0 Mallorca Santiago Bernabeu, Madrid

1992 Atletico Madrid 2–0 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

1993 Real Madrid 2–0 Zaragoza Luis Casanova, Valencia

1994 Zaragoza 0–0 (pen.) Celta Vigo Vicente Calderon, Madrid

1995 Deportivo La Coruna 2–1 Valencia Santiago Bernabeu, Madrid

1996 Atletico Madrid 1-0 (aet) Barcelona La Romareda, Zaragoza

1997 Barcelona 3-2 (aet) Betis Santiago Bernabeu, Madrid

1998 Barcelona 1–1 Mallorca Mestalla, Valencia

1999 Valencia 3–0 Atletico Madrid La Cartuja, Sevilla

2000 Espanyol 2–1 Atletico Madrid Mestalla, Valencia

2001 Zaragoza 3–1 Celta Vigo La Cartuja, Sevilla

2002 Deportivo La Coruna 2–1 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

2003 Mallorca 3–0 Recreativo Martinez Valero, Elche

2004 Zaragoza 3–2 Real Madrid Lluis Companys, Barcelona

2005 Betis 2–1 Osasuna Vicente Calderon, Madrid

2006 Espanyol 4–1 Zaragoza Santiago Bernabeu, Madrid

2007 Sevilla 1–0 Getafe Santiago Bernabeu, Madrid

2008 Valencia 3–1 Getafe Vicente Calderon, Madrid

2009 Barcelona 4–1 Athletic Bilbao Mestalla, Valencia

2010 Sevilla 2–0 Athletic Bilbao Camp Nou, Barcelona

2011 Real Madrid 1–0 Barcelona Mestalla, Valencia

2012 Barcelona 3–0 Athletic Bilbao Vicente Calderon, Madrid

2013 Atletico Madrid 2–1 Real Madrid Santiago Bernabeu, Madrid

2014 Real Madrid 2-1 Barcelona Mestalla, Valencia

2015 Barcelona 3-1 Athletic Bilbao Camp Nou, Barcelona

2016 Barcelona 2-0 sevilla

Koleksi Gelar copa del rey

Klub Total Juara  dan Runner-Up

Barcelona 28 11

Athletic Bilbao 23 14

Real Madrid 19 20

Atletico Madrid 10 9

Valencia 7 10

Zaragoza 6 5

Sevilla 5 3

Espanyol 4 5

Real Union 3 1

Real Betis 2 2

Deportivo La Coruna 1 0

Real Sociedad 1 5

Arenas 1 3


Mallorca 1 2

Bizcaya 1 1

Ciclista 1 0

Racing de Irun 1 0

Levante 1 0

Celta de Vigo 0 3

Getafe 0 2

Valladolid 0 2

Sporting de Gijon 0 2

Espanol de Madrid 0 2

Osasuna 0 1

Recreativo 0 1

Castilla CF 0 1

Las Palmas 0 1

Castellon 0 1

Elche 0 1

Granada 0 1

Racing de Ferrol 0 1

Sabadell 0 1

Europa 0 1

Espanya 0 1

Gimnastica 0 1

Real Vigo Sporting 0 1

Jokowi malah mendukung sanksi FIFA


Jokowi malah mendukung sanksi FIFA. FIFA telah secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Sanksi ini secara langsung dikonfirmasi oleh FIFA lewat surat resmi per tanggal 30 Mei 2015 waktu Zurich.

Sanksi FIFA terhadap PSSI juga dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. La Nyalla menyampaikan kabar dijatuhkannya sanksi FIFA lewat sambungan telepon via TvOne.

Dijatuhkannya sanksi FIFA dipastikan akan membuat dunia sepakbola nasional akan mengalami mati suri. Seluruh kompetisi di level domestik dan internasional juga dipastikan tak akan diakui oleh FIFA.

Dari berita di  Televisi, saat ditanya soal sanksi FIFA yang beberapa saat sebelum sanksi dijatuhkan, Presiden RI Joko Widodo justru menyinggung soal prestasi sepakbola Indonesia dalam 10 tahun terakhir.

"Kita lihat dulu, selama 10 tahun prestasi kita apa? Saya punya catatannya. Kita tidak lolos kualifikasi, di Asia pun tidak lolos," ujar Jokowi.

"Soal terjadi pembekuan, memang harus ada pembenahan total. Pembenahan manajemen, dan pembenahan sistem," imbuhnya.

Menanggapi komentar Jokowi itu, La Nyalla Mattalitti menyatakan sangat mengapresiasi keinginan presiden. Namun, pasca jatuhnya sanksi FIFA, La Nyalla berharap Presiden bisa lebih bijak melihat kondisi ini.

"Saya sangat mengapresiasi keinginan Pak Jokowi ingin melakukan pembenahan. Justru saya masuk PSSI untuk membenahi sepakbola Indonesia," kata La Nyalla.

"Saya baru jadi ketua dalam waktu singkat. Saya kelola sepakbola dalam waktu singkat dan peringkat FIFA kita bisa naik. Kita harus melakukan banyak kompetisi agar bisa berprestasi, tapi kompetisi malah dihentikan," imbuh La Nyalla.

FIFA memberi empat syarat agar sanksi bisa dicabut

FIFA memberi empat syarat agar sanksi bisa dicabut. Indonesia sudah resmi mendapatkan sanksi dari FIFA. Sanksi itu berimbas pada keikutsertaan tim nasional Indonesia dan seluruh klub asal Indonesia tidak bisa berlaga di kompetisi resmi FIFA dan AFC. kecuali timnas U23 yang berlaga di sea games 2015 masih diperbolehkan ikut serta di sea games 2015. (BACA: FIFA tetap izinkan Timnas u23 berlaga di sea games 2015)

FIFA sendiri tidak memberikan batas waktu kapan sanksi itu dicabut. Namun, FIFA memberikan empat persyaratan agar sanksi tersebut dicabut. Empat syarat itu disebutkan dalam surat sanksi yang diberikan FIFA ke sekjen PSSI, Azwan Karim, tertanggal 30 Mei 2015.

Inilah 4 (empat) syarat FIFA :

1.Komite Eksekutif PSSI yang terpilih mampu mengelola urusan PSSI secara independen dan tanpa pengaruh dari pihak ketiga, termasuk Menteri (atau lembaganya). 

2.Ttanggung jawab untuk tim nasional Indonesia wewenangnya dikembalikan kepada PSSI.

3.Tanggung jawab semua kompetisi PSSI dikembalikan wewenangnya kepada PSSI atau Liga yang berada di bawahnya.

4.Semua klub yang mendapatkan lisensi dari PSSI berdasarkan regulasi lisensi klub PSSI mampu bersaing di kompetisi PSSI.

"Kami ucapkan terima kasih dan meminta Anda untuk mengirimkan keputusan ini kepada pihak terkait dan berharap bahwa masalah ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga suspensi dapat dicabut," tulis FIFA dalam suratnya itu.

FIFA tetap izinkan Timnas U23 berlaga di SEA GAMES 2015

FIFA tetap izinkan Timnas U23 berlaga di SEA GAMES 2015. FIFA telah memutuskan untuk men suspend Indonesia. Hal itu ditegaskan FIFA melalui surat resmi kepada sekjen PSSI, Azwan Karim, tertanggal 30 Mei 2015.

Dalam surat itu pula, FIFA menjabarkan imbas dari sanksi tersebut yang harus diterima oleh Indonesia. Di antaranya, PSSI kehilangan keanggotaannya di FIFA. Kemudian, tim nasional Indonesia dan semua tim (klub) asal Indonesia tidak bisa berlaga dalam kompetisi resmi di bawah naungan FIFA dan AFC. 

FIFA juga mencabut semua program bantuan FIFA untuk pengembangan, kursus, dan hal lainnya kepada PSSI. 
Tetapi yang sangat menarik dari keputusan FIFA tersebut, FIFA tetap memberikan kesempatan kepada timnas Indonesia U-23 untuk berlaga di SEA Games 2015.

"Komite Eksekutif FIFA memutuskan tim nasional Indonesia bisa melanjutkan partisipasi di SEA Games sampai partisipasinya berakhir," tulis surat yang ditanda tangani sekjen FIFA, Jerome Valcke itu.

Sementara itu, rombongan tim Garuda Muda sudah berada di Singapura. Mereka akan melakoni laga perdana melawan Myanmar U-23 di Stadion Jalan Besar, 2 Juni nanti.

Indonesia di sanksi FIFA per 30 mei 2015

Indonesia di sanksi FIFA per 30 mei 2015. Induk federasi sepakbola internasional FIFA akhirnya menjatuhkan juga sanksi terhadap PSSI. Indonesia di sanksi FIFA per 30 mei 2015, Sanksi ini dikenakan karena PSSI dianggap melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17 perihal adanya intervensi dari pemerintah.

Dalam surat yang dikirim hari ini (30/5) ke Sekjend PSSI Karim Azwan, FIFA memaparkan kronologis kisruh PSSI, sebagai dasar atas pemberlakuan sanksi tersebut. FIFA juga menyatakan ada empat klausul/syarat agar sanksi itu bisa dicabut, yakni:

1. Anggota Exco PSSI terpilih harus bisa mengelola konflik yang terjadi secara independen tanpa ada campur tangan pihak ketiga.

2. Timnas harus dikelola oleh PSSI

3. Kompetisi harus dikelola oleh PSSI atau badan yang ditunjuk secara resmi

4. Semua klub yang tergabung di PSSI harus berkompetisi dibawah koordinasi PSSI.

Selain itu, FIFA juga sudah menegaskan bahwa sanksi ini membuat Indonesia kehilangan haknya sebagai anggota FIFA dan AFC. Karena itu, PSSI tidak bisa lagi mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA dan AFC, baik untuk level timnas maupun untuk level klub.

Meski begitu, FIFA membuat perkecualian terhadap timnas U-23 yang saat ini sedang berlaga di Sea Games Singapura. FIFA masih bisa mengakomodir dan mengijinkan timnas U-23 untuk tetap bertanding di Sea Games sampai selesai.

Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan juga mengkonfirmasi perihal surat sanksi FIFA tersebut. ”Sangat menyedihkan bagi kami yang ada di Swiss. FIFA sudah memastikan bahwa negara kita tercinta akan disanksi FIFA sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujar Hinca lewat sambungan telepon langsung dari Swiss dengan nada lemas dan suara bergetar seperti dilansir dari bolanasional.co

Dengan adanya sanksi FIFA ini, otomatis Timnas senior tidak akan bisa berlaga di pertandingan Pra Piala Dunia yang akan dihelat tanggal 11 nanti, dengan syarat FIFA masih belum mencabut sanksi tersebut. Begitu juga dengan nasib Persipura Jayapura, yang hingga kini masih memperjuangkan hak nya ke AFC untuk bisa menjadwalkan ulang pertandingan melawan Pahang FC, menyusul insiden gagal visa kemarin. Tim Mutiara Hitam hampir pasti tidak diijinkan untuk berlaga di AFC Cup.

Persipura gagal bertanding, Papua siaga satu

Persipura gagal bertanding, Papua siaga satu. Anggota DPRD Papua yang juga mantan pemain Persipura Jayapura, Jack Komboy, mengatakan bahwa saat ini situasi di Papua tengah memanas. Kondisi ini dipicu pembekuan PSSI yang berdampak batalnya pertandingan Persipura melawan Pahang FC (Malaysia) dalam laga AFC Cup.

"Kondisi di Papua sendiri sedang siaga satu. Kita tunggu jawaban Menpora, kalo tidak beri jawaban pasti mereka akan turunkan massa yang besar," katanya di gedung DPR RI Jakarta, Jumat 29 Mei 2015.

Jack menegaskan pemerintah pusat harus memperhatikan masalah ini, karena bahasa yang berkembang di Papua telah terjadi diskriminasi. Ia khawatir pikiran diskriminasi masyarakat Papua bisa berdampak pada masalah lain.

"Kami ini bagian dari Republik Indonesia. Kenapa Persib Bandung bisa bertanding sedangkan Persipura tidak. Sebelumnya hanya Persipura yang masuk semifinal AFC Cup. Kita bertanding untuk nama besar Indonesia bukan Papua," katanya.

Ia menjelaskan kedatangan anggota DPRD Papua dan Persipura mania menemui pimpinan DPR RI untuk mendorong Menpora menjelaskan masalah ini. Dimana sebelumnya sekitar 1000 orang pendukung Perspura telah mendatangi DPRD Papua. 

"Kami minta Menpora, Imam Nahrowi, menjelaskan ini. Kami minta jawaban kapan Persipura bisa bertanding lagi. Kami akan tunggu. Kami tentu sangat berharap Menpora beri jawaban, karena semua hal ini imbas dari pembekuan PSSI," katanya. 

Dalam pertemuan kali ini anggota DPRD Papua dan Persipura Manis diterima Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Ketua komisi X, Teuku Rifki Harsya. Pimpinan DPR RI berjanji akan memfasilitasi permintaan tersebut.

Janji manis menpora pada persipura

Janji manis menpora pada persipura. Usai perdebatan yang sangat alot dan sengit antara perwakilan Kemenpora dan suporter Persipura, akhirnya Menpora, Imam Nahrawi memberikan solusi terkait nasib Persipura di ajang AFC Cup.

Setelah melakukan unjuk rasa sejak pagi hari, para suporter berhasil menduduki lobi Kantor Kemenpora. Perwakilan Kemenpora, Faisal Reza, pun turun dan menemui mereka.

Faisal kemudian membawa puluhan suporter untuk berdiskusi di ruang media Kemenpora. Meski sudah diajak berdiskusi, suporter belum juga bisa tenang. Kata-kata cenderung kasar dan keras, serta gebrakan meja mewarnai disukusi ini.

Setelah melewati situasi panas, tensi pertemuan akhirnya menurun setelah Imam Nahrawi dihubungi via telepon. Dengan mode loudspeaker, Imam Nahrawi berjanji siap memperjuangkan nasib Persipura di Piala AFC.

"Sebelumnya saya minta maaf tidak bisa hadir. Sejak awal saya sudah menyatakan untuk Persipura bisa terus tampil di AFC," ujar Imam via telepon.

"Kita akan kontak kedutaan Malaysia. Kita akan jelaskan ini bukan kesalahan Persipura atau Indonesia, melainkan kesalahan 3 orang pemain Pahang," imbuhnya.

Menindaklanjuti janji Menpora dan tuntutan suporter Persipura, Sesmenpora, Alfitra Salam, mengatakan akan segera menemui perwakilan AFC.

"Hari Senin atau Selasa, saya akan ke Malaysia untuk bertemu perwakilan AFC. Sebelumnya kan kita sudah pernah mengirim surat, tapi belum dibalas. Nanti kita akan kirim surat kedua. Dan, jika tidak dibalas, saya akan bernegosiasi dengan AFC," ujar Alfitra.

Hal ini ditanggapi positif oleh perwakilan suporter Persipura. Eks pemain Persipura yang kini jadi anggota DPRD Papua, Jack Komboy, mengaku puas dengan jawaban Menpora.

"Kami senang akhirnya Menpora mau memberikan jawaban. Ini adalah sebuah awalan yang baik. Kami berharap Menpora bisa menepati janjinya, Persipura bisa main lagi," kata Jack.

Janji Blatter setelah terpilih menjadi presiden FIFA

Janji Blatter setelah terpilih menjadi presiden FIFA. Setelah kembali terpilih jadi presiden FIFA, Sepp Blatter memuji penantangnya di proses pemilihan itu, Pangeran Ali bin Al Hussein. Ia juga menegaskan tekad dan keyakinannya untuk membawa kembali FIFA ke jalur positif.

Blatter, yang sudah menduduki kursi presiden FIFA sejak 1998, kembali terpilih untuk periode berikutnya. Hal itu terjadi setelah Pangeran Ali memutuskan mundur setelah proses pemilihan putaran pertama.

"Pertama-tama saya ingin memberikan pujian dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pangeran Ali, karena ia merupakan seorang penantang dan sudah mendapat hasil yang amat bagus. Ia bisa saja mengatakan 'tidak, ayo lanjut terus dan mungkin saya akan mendapatkan lebih banyak suara'," tutur Blatter dalam pidato kemenangannya seperti dikutip BBC.

"Tetapi saya berterima kasih sudah menerima saya untuk empat tahun berikutnya. Saya akan mengomandani perahu bernama FIFA ini. Saya orang yang beriman. Sekarang Tuhan, Allah, atau siapa pun yang Anda imani, akan membantu membawa kembali FIFA ke jalurnya. Saya berjanji di akhir periode saya nanti saya akan memberikan tongkat estafet kepada suksesor saya dalam posisi yang amat baik," tegasnya.

"Usia bukanlah masalah. Ada orang-orang yang berumur 50 tahun sudah terlihat tua. Saya suka kalian semua, dan adalah tugas saya dan saya pun suka bersama-sama Anda semua. Saya tidak sempurna, tapi kita akan melakukan pekerjaan bagus bersama-sama. Ayo, FIFA!" lanjut pria berusia 79 tahun tersebut.

Proses pemilihan dalam Kongres FIFA tersebut dilangsungkan setelah induk organisasi sepakbola dunia itu mendapat sorotan tajam akibat skandal korupsi dan suap yang menjerat sejumlah petingginya. Sempat muncul pula desakan dari sejumlah pihak agar Blatter mundur dari pencalonannya sebagai bentuk tanggung jawab atas munculnya skandal tersebut.

Sepp Blatter terpilih menjadi presiden FIFA

Sepp Blatter terpilih menjadi presiden FIFA. Bertempat di Zurich, Swiss Jumat 29 Mei 2015 malam WIB, Blatter kembali terpilih menjadi presiden FIFA menyusul pengunduran diri pesaing tunggalnya, Pangeran Ali bin Al Hussein, dari proses pemilihan.

Sebelumnya telah dilakukan proses pemilihan putaran pertama. Hasilnya Blatter meraup 133 suara sedangkan Pangeran Ali mendapatkan 73 suara. Cuma 206 suara yang dianggap sah dari total 209 pemilik suara.

Hal itu pada dasarnya membuat proses pemilihan harus memasuki putaran kedua karena belum ada yang meraih 2/3 suara anggota yang hadir. Di putaran itu salah seorang kandidat harus mengumpulkan suara terbanyak (lebih dari 50%).

Akan tetapi, Pangeran Ali kemudian mengumumkan pengunduran dirinya. Hal itu otomatis membuat Blatter kembali terpilih jadi presiden FIFA.

"Ini sudah menjadi perjalanan yang indah. Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung saya, tapi saya akan mundur dari proses pemilihan. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan," kata Pangeran Ali seperti dikutip BBC.

Blatter sudah menjadi presiden FIFA sejak tahun 1998 lampau. Ini merupakan periode kelima dirinya duduk di posisi tersebut.

De gea setuju pindah ke Madrid

De gea setuju pindah ke Madrid. Kiper Manchester United, David De Gea, dikabarkan telah setuju untuk bergabung dengan skuad Real Madrid. Bahkan sebuah jurnalis radio Spanyol, Joseba Larranaga, menyebut pemain berjuluk The Flying Spaniard akan menjadi rekrutan pertama, setelah Rafael Benitez resmi melatih Los Blancos.

De Gea akrab dengan isu kepindahannya ke Madrid pada musim panas ini. Meski berhasil membawa United kembali mentas di Liga Champions musim depan, tak membuat rumor kepindahannya meredup. Negosiasi kontrak kerja yang tak kunjung menemui kata sepakat menjadi penyebabnya.

Di Madrid, kiper berusia 24 tahun itu akan menjadi suksesor Iker Casillas yang penampilannya mulai menurun, seiring dengan bertambahnya usia. Menurut Larranga, tak ada masalah dalam kontrak kerja De Gea dengan manajemen Madrid, hanya saja United ingin mendapatkan uang lebih banyak.

“Pembelian pertama Real Madrid di era Benitez adalah De Gea,” ujar Larranga kepada COPE Radio, Jumat (29/5/2015).

“Sudah tercapai kesepakatan personal dengan Madrid. Bagian yang tersulit adalah mencapai kesepakatan dengan klub pemilik De Gea, Manchester United,” tambahnya.

Sebagai tambahan, kontrak De Gea dengan United akan berakhir pada pertengahan 2016. Menurut Transfermarkt, harga kiper Timnas Spanyol itu saat ini berada di kisaran 22 juta pounds. Jika United bersikukuh tak melepasnya, maka Januari 2016 De Gea akan berstatus sebagai free agent.

Timnas U23 berangkat ke SEA GAMES 30 mei

Timnas U23 berangkat ke SEA GAMES 30 mei. Tim nasional U-23 dipastikan akan berangkat ke Singapura pada Sabtu (30/5/2015) besok.

Kepastian ini sekaligus menepis kekhawatiran jika keberangkatan timnas U-23 tergantung pada keputusan FIFA terkait sanksi yang isunya akan dijatuhkan kepada Indonesia pada hari ini.

"‎Kemarin sudah manager meeting di Singapura. Managernya sepak bola bilang tidak ada masalah sampai detik ini‎," lanjutnya kemudian. 

Senada, Koordinator Bidang Permainan Satlak Prima Mimi Irawan mengatakan timnas U-23 akan tetap berangkat dengan komposisi 20 pemain.

"‎Pemain tetap berangkat tanggal 30 Mei, besok. (Jumlahnya) tetap 20 pemain. (Yohanes) Pahabol? Jadi (ikut)," tukasnya. 

Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Singapura, Kamboja, Filipina, dan Myanmar. Mereka dijadwalkan akan menjalani laga perdana pada 2 Juni.

Skuad Timnas Indonesia kualifikasi piala dunia 2018


Skuad Timnas Indonesia kualifikasi piala dunia 2018. Pelatih timnas Indonesia, Pieter Huistra, telah menetapkan 25 pemain yang dipersiapkan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2018. Skuad timnas indonesia saat melawan taiwan dan irak Ada dua nama pemain yang merumput di luar negeri, yakni Andik Vermansah dan Sergio van Dijk.

Indonesia akan menghadapi dua laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2018, yaitu melawan Taiwan pada 11 Juni mendatang dan Irak lima hari berselang.

Huistra menjelaskan, dirinya sudah memilih 25 pemain berdasarkan penilaiannya. Dia mengaku membutuhkan pemain yang disiplin dan siap bekerja keras.

"Mereka pemain pilihan terbaik menurut saya. Itu merupakan pasukan terkuat sepakbola Indonesia. Mereka juga saya pilih murni karena memang saya mengetahui cara mereka bermain dan sesuai dengan apa yang saya inginkan," ujar Huistra.

"Saya sebelumnya pernah mengatakan kalau saya memerlukan pemain yang disiplin, mau berjuang keras, dan bisa menyatu dalam tim. Hal ini perlu demi meraih hasil terbaik dalam sebuah pertandingan nanti. Saya rasa mereka semua masuk dalam kriteria itu," imbuhnya.

Terkait jadwal pemusatan latihan dan lokasi, Huistra belum memutuskan. Dia masih menunggu kejelasan keputusan FIFA soal ada tidaknya sanksi untuk Indonesia.

Berikut ini 25 pemain timnas Indonesia:

Kiper: 

I Made Wirawan (Persib Bandung)
Choirul Huda (Persela Lamongan)
Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta).

Bek:

Yustinus Pae (Persipura Jayapura)
Hasim Kipuw (Arema Indonesia)
Victor Igbonefo (Arema Indonesia)
Bio Paulin Pierre (Persipura Jayapura)
Dominggus Fakdawer (Persipura Jayapura)
Achmad Jufrianto (Persib Bandung)
Ruben Karel Sanadi (Persipura Jayapura)
Dias Angga Putra (Persib Bandung).

Tengah: 

Hariono (Persib Bandung)
I Gede Sukadana (Arema Indonesia)
Raphael Maitimo (Sriwijaya FC)
Imanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
Dedi Kusnandar (Persib Bandung)
Nelson Alom (Persipura Jayapura)
Ian Louis Kabes (Persipura Jayapura)
Rachmat Hidayat (PBR)
Andik Vermansah (Selangor FC)
Atep (Persib Bandung)
Zulham Malik Zamrun (Persipura Jayapura).

Penyerang:

Ferdinand Sinaga (Sriwijaya FC)
Serginho Van Dijk (Suphanbury FC)
Boaz Salossa (Persipura Jayapura).

Jokowi tetap mendukung menpora

Jokowi tetap mendukung menpora. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya mengeluarkan juga sikap resminya terhadap kisruh sepakbola nasional antara Kemenpora dengan PSSI. Tetapi sayang, keputusan jokowi mungkin sangat membuat pecinta bola di Indonesia ini sangat kecewa dan bahkan geram.

Presiden Joko Widodo menegaskan mendukung penuh setiap langkah Menpora Imam Nahrawi terkait kebijakan sepakbola nasional.
Sebelumnya, Jokowi dikabarkan berseberangan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Menpora Imam Nahrawi untuk segera mengaktifkan kembali status PSSI. Dan ternyata hal tersebut benar adanya.

Melalui akun resmi Facebook, Jokowi menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh setiap langkah Menpora, bahkan Presiden merasa tidak ada masalah apabila Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA dan terkucil dari kompetisi-kompetisi internasional.

"Sikap saya dalam kisruh PSSI sudah cukup jelas: mendukung sepenuhnya langkah Menpora Imam Nahrawi dalam membenahi sepak bola nasional. Saya sampaikan ke Menpora untuk terus melanjutkan reformasi persepakbolaan nasional," ujarnya. Saya juga memerintahkan Menpora untuk tetap menjamin kompetisi sepak bola antar daerah yang harus terus bergulir.

"Dalam pembenahan persepakbolaan yang terpenting adalah pembinaan sepakbola yang menjadi dasar kompetisi sepak bola nasional yang fair. Hal ini membutuhkan organisasi bola yang sehat dan dipercaya masyarakat. Saat ini waktunya untuk berbenah. 

"Tidak apa-apa kita absen dalam kompetisi internasional sementara, tapi kita bisa membangun prestasi besar di masa datang. Kalau organisasi sepakbola kita sudah tertata dengan baik barulah kita bicara capaian prestasi. Saya yakin setelah pembenahan ini selesai prestasi sepak bola kita terus merangkak naik."

Ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti sendiri sebelumnya sudah merasa pesimistis bisa terhindar dari sanksi FIFA karena sikap pemerintah yang tampak enggan mencabut pembekuan organisasinya.

Skuad Argentina di Copa amerika 2015

Skuad Argentina di Copa amerika 2015. Pelatih Timnas Argentina, telah resmi mengumumkan skuad timnas argentina di copa amerika 2015.
Dan pelatih argentina, Gerardo "Tata" Martino, memutuskan untuk mencoret tujuh nama, yakni Agustín Marchesín (Santos Laguna, Meksiko), Federico Fernández (Swansea, Inggris), Lucas Orban (Valencia, Spanyol), Enzo Pérez (Valencia, Spanyol), Federico Mancuello (Independiente, Argentina), Maxi Rodríguez (Newell's, Argentina) dan Nicolás Gaitán (Benfica, Portugal), dan memasukkan mereka ke dalam daftar tunggu.

Sementara dari ke-23 nama yang dipanggil martino, terdapat beberapa kejutan. Yang pertama tentu saja sang kiper utama, Sergio Romero, yang nyaris jadi cadangan abadi di klubnya, Sampdoria. Kemudian di lini belakang ada Facundo Roncaglia dan Milton Casco, yang menggeser nama mentereng, macam Federico Fernandez.

Maju ke lini tengah terdapat nama gelandang muda Juventus, Roberto Pereyra, yang menyingkitkan nama gelandang mahal Valencia, Enzo Perez, dan penggawa muda Benfica, Nico Gaitan. Di lini depan, rekan sklub Pereyra, Carlos Tevez, akhirnya disertakan kembali di ajang besar, dengan Tata yang mencoret duo FC Internazionale, Rodrigo Palacio dan Mauro Icardi, dari awal rilis.

Berikut ini daftar 23 skuad Argentina di Copa America 2015: 

Kiper:

Sergio Romero (Sampdoria, Italia)

Nahuel Guzmán (Tigres, Meksiko)

Mariano Andújar (Napoli, Italia)

Bek:

Pablo Zabaleta (Manchester City, Inggris)

Facundo Roncaglia (Genoa, Italia)

Ezequiel Garay (Zenit, Rusia)

Martín Demichelis (Manchester City, Inggris)

Nicolás Otamendi (Valencia, Spanyol)

Marcos Rojo (Manchester United, Inggris)

Milton Casco (Newell's, Argentina)

Gelandang:

Javier Mascherano (Barcelona, Spanyol)

Lucas Biglia (Lazio, Italia)

Éver Banega (Sevilla, Spanyol)

Roberto Pereyra (Juventus, Italia)

Fernando Gago (Boca Juniors, Argentina)

Ángel Di María (Manchester United, Inggris)

Erik Lamela (Tottenham, Inggris)

Javier Pastore (PSG, Prancis)

Penyerang:

Lionel Messi (Barcelona, España)

Sergio Agüero (Manchester City, Inggris)

Carlos Tevez (Juventus, Italia)

Ezequiel Lavezzi (PSG, Prancis)

Gonzalo Higuaín (Napoli, Italia)

Skuad Timnas u23 Filipina di SEA GAMES 2015

Skuad Timnas U23 Filipina di SEA GAMES 2015. Federasi sepakbola Filipina (PFF) resmi mengumumkan 20 nama untuk memperkuat The Azkals (sebutan timnas filipina) di SEA Games 2015 Singapura. Filipina U-23 akan diperkuat sejumlah pemain junior di liga domestik, dan beberapa perguruan tinggi.

PFF awalnya memasukkan sejumlah pemain naturalisasi ke dalam skuat Filipina U-23, seperti Mark Hartmann, OJ Porteria, Daisuke Sato, dan Amani Aguinaldo, namun terpaksa dibatalkan.

Hal itu disebabkan pelaksanaan SEA Games bertepatan dengan dua agenda timnas senior Filipina di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019. Filipina akan menjamu Bahrain pada 11 Juni, dan bertandang ke Yaman lima hari kemudian.

Di bawah asuhan Marlon Maro, Filipina U-23 menjalani pemusatan latihan (TC) di Australia pada pekan pekan kemarin, dan menjalani laga uji coba melawan lima klub setempat.

Filipina akan menjadi lawan perdana tuan rumah Singapura di Grup A. Selain Filipina dan Singapura, Grup A berisikan Indonesia, Myanmar, dan Kamboja. Mereka menargetkan lolos ke semi-final multievent dua tahun se-Asia Tenggara itu.

Berikut skuat Filipina U-23:

Ronnie Aguisanda, Nathanael Andrew Alquiros, Arnel Amita, Fitch Johnson Daviz Arboleda, Florencio Badelic Jr., Mark Anthony Besana, Paolo Bugas, Jaime Vicenzo Cheng, Julian Mariano Clarino, Dominic Liam Del Rosario, Neil Dorimon, Shirmar Felongco, Daniel Bernan Gadia, Paolo Salenga, Francisco Jose Primo Santos, Connor Reece Tacagni, Richard Talaroc Jr., Kennedy Uzoka, Gerardo Valmayor III, Nathanael Ace Villanueva.

Menpora tanggung jawab jika FIFA sanksi Indonesia

Menpora tanggung jawab jika FIFA sanksi Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, tetap mengutamakan keegoisannya terkait apa yang dilakukannya terhadap PSSI saat ini. Bahkan, Imam pun siap menanggung risiko jika Indonesia sampai dikenai sanksi oleh FIFA.

"Imam Nahrawi akan bertanggung jawab apapun itu sanksinya. Tapi saya yakin Indonesia tidak akan mendapatkan sanksi," ucap Imam, pada sela-sela kunjungannya di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Rabu (27/5).

Bahkan, imam juga mengikuti perkembangan kasus penangkapan para petinggi FIFA oleh FBI, hari ini. Berkaca dari kasus itu, dia menganalogikan tak ada yang perlu ditakuti dari FIFA.

"Berarti di situ ada masalah. Karena itu rakyat jangan takut dan tak usah gentar. Kalau selama ini mengagung-agungkan mereka sesungguhnya saat ini ada masalah yang sangat besar," tegasnya.

Sebelumnya, FIFA telah memberikan tenggat agar masalah konflik Kemenpora dan PSSI bisa selesai hingga 29 Mei 2015. Jika tidak, FIFA bakal menjatuhkan sanksi hingga pembekuan PSSI.

Daftar petinggi FIFA yang ditangkap polisi

Daftar petinggi FIFA yang ditangkap polisi. Departemen Keadilan Amerika Serikat telah selesai merilis beberapa Daftar petinggi atau pejabat FIFA yang ditangkap polisi yang berisikan sembilan ofisial FIFA dan lima "eksekutif korporat" yang didakwa dengan tuduhan "konspirasi pemerasan dan korupsi".

Penangkapan itu dilakukan hanya dua hari sebelum acara pemilihan presiden FIFA digelar. Namun, laporan terakhir menyebut presiden saat ini Sepp Blatter tidak masuk dalam daftar pihak yang ditahan tersebut.

Sebanyak enam ofisial senior dari FIFA ditangkap, dan ternyata ada lebih banyak lagi yang menjadi terdakwa, tapi presiden FIFA Sepp Blatter bukan termasuk di antaranya. 

Berikut Daftar petinggi FIFA yang ditangkap polisi:

1.Jeffrey Webb: Wakil presiden dan anggota komite eksekutif FIFA, presiden Concacaf.

2.Eduardo Li: Anggota komite eksekutif terpilih FIFA, presiden federasi sepakbola Kosta Rika.

3.Julio Rocha: Development officer FIFA.

4.Costas Takkas: Atase terkini dari presiden Concacaf.

5.Jack Warner: Mantan wakil presiden FIFA dan anggota komite eksekutif.

6.Eugenio Figueredo: Wakil presiden dan anggota komite eksekutif FIFA.

7.Rafael Esquivel: Anggota komite eksekutif Conmebol dan presiden federasi sepakbola Venezuela (FVF).

8.José Maria Marin: Anggota komite organisasi FIFA untuk turnamen sepakbola Olimpiade.

9.Nicolás Leoz: Mantan anggota komite eksekutif FIFA.

10.Alejandro Burzaco: Direktur utama dari Torneos y Competencias SA, perusahan pemasaran olahraga berbasis di Argentina.

11.Aaron Davidson: Presiden dari Traffic Sports USA Inc.

12.Hugo  :Direktur utama dari Full Play Group SA, perusahan pemasaran olahraga berbasis di Argentina.

13.Mariano Jinkis: Direktur utama dari Full Play Group SA, perusahan pemasaran olahraga berbasis di Argentina.

14.Jose Marguiles: Direktur Valente Corp dan Somerton Ltd..

Profil stadion Camp Nou

Profil stadion Camp Nou. Camp Nou telah menjadi stadion FC Barcelona sejak tanggal 24 September 1957, sebagai tanggal peresmiannya.

Camp Nou (dari bahasa Katalan yang artinya adalah "lapangan baru") adalah stadion sepak bola di Barcelona, Spanyol.

Dari berbagai fasilitas yang ditawarkan di dalam stadion ini, yang perlu dicatat adalah kapel di sebelah ruang ganti pakaian, tribun presiden, ruang VIP, ruang media, beberapa studio televisi, Pusat Medis Olahraga, Unit Kontrol Operatif (UCO), area pemain veteran, museum klub FC Barcelona, dan kantor-kantor dari semua departemen klub yang berbeda.

Informasi stadion:

Pemilik: FC Barcelona
Operator: FC Barcelona

Lokasi

Lokasi : Barcelona, Spanyol

Koordinat : 41°22′51.20″N 2°7′22.19″E

Konstruksi:

Mulai pembangunan : 28 Maret 1954

Dibuka : 24 September 1957

Biaya pembuatan : 288 juta peseta

Arsitek: 

Francesc Mitjans-Miró
Lorenzo García Barbon
Josep Soteras Mauri

Data teknik:

Kapasitas : 98.772
Ukuran lapangan : 105 m x 68 m 

Pemakai:
FC Barcelona (1957–sekarang)

Timnas U23 berangkat ke Sea games pada 30 mei 2015

Timnas U23 berangkat ke Sea games pada 30 mei 2015 . Timnas U23 akhirnya mendapat kepastian keberangkatan ke ajang SEA GAMES 2015 di singapura.
Sebelumnya, masih terjadi tarik ulur terkait keberangkatan tim Garuda Muda ke SEA Games. Menyusul, masih adanya kemungkinan sanksi yang bakal dijatuhkan FIFA terhadap Indonesia lantaran konflik Kemenpora dan PSSI.

FIFA sendiri memberikan tenggat penyelesaian masalah tersebut hingga 29 Mei. Maka itu, ketua umum Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo, pun sempat menyarankan skuat asuhan Aji Santoso itu menunda keberangkatan ke Singapura hingga adanya kejelasan mengenai status Indonesia dari FIFA.

"Nanti satu kloter berangkatnya, ada 30 orang. Untuk jadwal pastinya, saya belum tahu. Tapi kalau tidak ada sanksi, kami berangkat 30 Mei nanti," kata Gede.

Lebih lanjut, menurut Gede keputusan waktu keberangkatan Manahati Lestusen dan kawan-kawan itu sudah melalui koordinasi dengan Satlak Prima. "Sekali lagi, itu kalau tak kena sanksi," tegasnya. 

Berdasarkan jadwal yang ada, timnas U-23 bakal melakoni laga perdana mereka di SEA Games 2015 dengan melawan Myanmar U-23 di Stadion Jalan Besar, 2 Juni nanti.

Real Madrid pecat Ancelotti

Real Madrid pecat Ancelotti. Rumor seputar pemecatan Carlo Ancelotti yang terdengar beberapa minggu ini akhirnya terjadi juga. Real Madrid mengumumkan bahwa Ancelotti telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Real madrid pada Senin (25/5/2015) waktu setempat.

Bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2013, pelatih Italia itu langsung mencetak sukses di musim debutnya di klub yang bermarkas di santiago bernabeu itu. Ancelotti mengantar Cristiano Ronaldo dkk. menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions sekaligus mengakhiri 2014 dengan empat trofi juara termasuk Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

tetapi, keberhasilan itu tidak cukup untuk menyelamatkan Ancelotti dari pemecatan setelah Madrid dipastikan mengakhiri musim 2014-15 tanpa satupun titel juara.

"Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa jajaran direksi telah menyetujui keputusan untuk mencopot Carlo Ancelotti dari tugasnya," ucap presiden Madrid Florentino Perez dalam konferensi pers sebagaimana dikutip ESPNFC. 

"Ini adalah sebuah keputusan yang sulit untuk para direksi tapi kami tidak berada di sini untuk membuat keputusan yang mudah melainkan membuat keputusan yang terbaik," lanjut dia.

Madrid finis kedua di La Liga dengan selisih dua angka dari sang juara Barcelona. Sebelumnya, Los Blancos terdepak di babak 16 Besar Copa del Rey dan disingkirkan Juventus di semifinal Liga Champions.

"Carlo Ancelotti sudah memenangkan hati dari para direksi, saya sendiri, dan fans dan dia tetap bagian dari sejarah kami karena dia sudah memberi kami La Decima. Tapi seperti yang kita tahu bahwa di Real Madrid orang-orang menuntut yang terbaik dan tuntutan itu sangat kuat sehingga kami akan maju ke depan dengan sebuah perubahan baru," imbuh Perez.

"Kami akan terus memberikan kepuasan dan kebahagiaan kepada fans kami dan anggota klub. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Carlo Ancelotti atas dua tahun ini dan mengatakan bahwa Madrid akan selalu jadi rumahnya."

Perez turut mengatakan bahwa Madrid akan mengumumkan pengganti Ancelotti dalam "rentang dua pekan".

Profil Stadion Santiago Bernabeu

Profil Stadion Santiago Bernabeu. Stadion Santiago Bernabeu yaitu stadion markas  klub Real madrid termasuk stadion terbesar dan terbaik di dunia, stadion yang paling terkenal dan disukai oleh para pencinta sepakbola. 

Stadion berbintang 10 Santiago Bernabeu adalah stadion yang memiliki semua fasilitas terbaik untuk sebuah stadion, dari bantal untuk tempat duduk, rumput, penerangan,museum, drainase, sampai atap stadion semuanya super lengkap

Informasi stadion:

Nama lengkap: Stadion Santiago Bernabéu

Nama lama: Stadion Chamartín (1947—1955)

Pemilik: Real Madrid

Operator: Real Madrid

Lokasi:

Lokasi : Avenida de Concha Espina 1, E28036, Madrid, Spanyol

Koordinat: 40°27′10″LU 3°41′17″BT

Konstruksi:

Mulai pembangunan: 27 Oktober 1944

Dibuat : 1944—1947

Dibuka: 14 Desember 1947

Diperbesar :1953, 1992, 1994, 2011

Direnovasi 1982, 2001

Biaya pembuatan: 288.342.653 Peseta (€ 1.732.943)

Arsitek: 
Manuel Muñoz Monasterio
Luis Alemany Soler

Antonio Lamela (perluasan)

Manajer proyek: Santiago Bernabéu Yeste

Data teknik:

Permukaan : Desso GrassMaster

Kapasitas: 81.254

Suite eksekutif : 4.200

Ukuran lapangan : 105 m × 68 m

Rekor kehadiran : 120.000 (Real Madrid–Fiorentina, 30 Mei 1957)

Situs web : www.realmadrid.com

Pemakai : 

Real Madrid (1947—kini)
Tim nasional sepak bola Spanyol (1947—kini

PSSI tidak akan diusir oleh pengelola GBK

PSSI tidak akan diusir oleh pengelola GBK. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Novel Hasan, telah memberikan tanggapannya terkait surat Kemenpora yang meminta Kementerian Kesekretariatan Negara (Kemensekneg) agar tidak memberikan fasilitas di area GBK kepada PSSI. Mengingat, PSSI memiliki kantor di area tersebut. 

Kemenpora telah melakukan hal tersebut lantaran telah membekukan kepengurusan PSSI di bawah La Nyalla Mahmud Mattalitti. GBK sendiri saat ini berada di bawah koordinasi Kemensetneg. 

"Memang ada surat Kemenpora yang meminta Sekneg untuk tidak memberikan pelayanan kepada PSSI. Jadi tidak ada surat permintaan agar menyegel atau mengosongkan sekretariat PSSI," kata Novel, melalui rilis resminya kepada wartawan.

Menurutnya, fasilitas di GBK itu adalah diperuntukkan bagi publik. Sehingga siapapun berhak menggunakan fasilitas yang ada di kawasan Senayan asalkan memenuhi persyaratan. Bahkan, tidak hanya PSSI tetapi ada juga induk-induk organisasi olahraga lainnya yang berkantor di area GBK. 

"Masyarakat boleh menggunakan aset negara dengan cara BOT atau KSO serta sewa menyewa. PSSI adalah mitra Gelora dalam hal menggunakan fasilitas di GBK dan sudah berlangsung sejak lama. Sejauh ini, tidak ada tunggakan, dan tidak ada alasan untuk mengusir mereka (PSSI)," tegasnya. 

Dia pun menuturkan hingga saat ini belum ada instruksi dari Kemensetneg kepada pihaknya untuk tidak memfasilitasi PSSI. "Kalau kami berpegang kepada Peraturan Pemerintah yang memperbolehkan setiap orang untuk menyewa. Saya yakin surat yang dilayangkan Kemenpora itu tidak bisa melampaui Peraturan Pemerintah," jelasnya.

PTUN kabulkan gugatan PSSI atas kemenpora

PTUN kabulkan gugatan PSSI atas kemenpora. Gugatan PSSI terhadap Kemenpora di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah dikabulkan. 
Gugatan tersebut yaitu berupa putusan sela terhadap SK pembekuan PSSI oleh Kemenpora. Sidang akan kembali berlanjut 8 Juni 2015 dan PSSI sementara bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, maka PSSI sebagai federasi tertinggi sepakbola Indonesia bisa kembali beraktivitas secara normal. Karena SK pembekuan Kemenpora sementara tak lagi berlaku.

Meski begitu, hasil sidang PTUN hari ini (25/5) masih bersifat sementara dan sidang akan kembali berlanjut 8 Juni mendatang.

Sementara, Wakil Presiden Indonesia, Jussuf Kalla, juga meminta SK Pembekuan untuk segera direvisi. JK mempertemukan pihak PSSI dan Kemenpora di Istana Wapres, serta meminta untuk segera menyelesaikan masalah antara PSSI dan Kemenpora.

"Tadi dalam pertemuan disepakati sepakbola nasional harus tetap jalan, tetap berkompetisi dengan baik. Tentu untuk itu, maka PSSI harus aktif lagi. Setelah (SK) itu direvisi, maka otomatis sudah diizinkan dan selesai itu persolan," ungkap JK

JK juga menegaskan bahwa urusan sepakbola tetap harus diserahkan kepada PSSI. Tim transisi bentukan Kemenpora juga tidak perlu ditiadakan, melainkan bisa menjalankan fungsi pengawasan.

JK minta menpora cabut SK pembekuan PSSI

JK minta menpora cabut SK pembekuan PSSI. Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla atau yang biasa akrab dipanggil JK, kembali bertemu perwakilan PSSI plus Menpora Imam Nahrawi. Ia mengatakan, bahwa PSSI harus kembali aktif dan diawasi oleh tim transisi.

Demikian antara lain hasil pertemuan JK dengan Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, Imam Nahrawi, dan juga ketua umum KOI Rita Subowo, serta ketua kehormatan PSSI, Agum Gumeler, di Istana Wapres di Jln. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/5/2015).

"Ya tadi sudah bertemu dengan Menpora dan PSSI, dengan didampingi Pak Agum dan Bu Rita. Kami membahas masalah sepakbola nasional, dan tentu uga di sini dalam hal organisasi PSSI," ujar JK dalam keterangan persnya.

"Tadi disepakati, yang pertama, sepakbola nasional hars tetap jalan. Kompetisi harus berjalan dengan baik. Tentu karena itulah maka PSSI harus aktif lagi. PSSI ini sekarang sedang proses melaporkan ke Istana Presiden. Tapi insyaallah sore ini sudah beres."

Ketika JK Ditanya apakah itu berarti Menpora akan mencabut SK pembekuan PSSI, JK menjawab:
"Tentu proses setelah itu, melapor dulu. Kalau dari saya sudah. Mudah-mudahan hari ini selesai, sebentar lagi."


JK menegaskan bahwa urusan sepakbola tetap harus diserahkan kepada PSSI. Tim transisi bentukan Kemenpora juga tidak perlu ditiadakan, melainkan bisa menjalankan fungsi pengawasan.

"PSSI tidak perlu minta persetujuannya 'kan. Yang penting, keinginan kita semua agar sepakbola nasional kita kembali bergerak, kembali berkompetisi, liga tetap jalan, pertandingan ada, semua tetap jalan seperti biasa. PSSI 'kan menerima saja peraturan itu, dan memang di sini tim transisi akan berfungsi sebagai mengevaluasi persepakbolaan nasional. Tim transisi mengawasi persepakbolaan nasional termasuk PSSI.


"(Bentuk pengawasan terhadap PSSI) ya harus sesuai dengan aturan. Jangan macam-macam, pengaturan pemain. Masih banyak lah. Sesuai aturan saja," papar JK yang juga politisi senior dari Partai Golkar itu.

Ia menambahkan, jika SK pembekuan PSSI dicabut, maka hal-hal lain terkait kompetisi akan lebih mudah untuk dilanjutkan, misalnya soal izin pertandingan.

"Otomatis kalau sudah dicabut nanti... eh, direvisi, karena tidak ada kata pembekuan. Setelah direvisi, tentu otomatis polisi mengizinkan. Maka, selesailah itu persoalan."
Termasuk juga, kata JK, soal proses gugatan hukum yang dilakukan PSSI terhadap Kemenpora melalui PTUN.

JK menambahkan, bahwa PSSI harus dilanjutkan termasuk dengan pengurus yang terpilih pada Kongres Luar Biasa di Surabaya pada 18 April lalu.

"Otomatis. 'Kan dipilih secara demokratis. Nanti tentu La Nyalla akan dinilai dari prestasinya di PSSI. Tentu yang menilai adalah anggota dan juga ketua kehormatan," ucapnya.

JK minta menpora cabut SK pembekuan PSSI

JK minta menpora cabut SK pembekuan PSSI. Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla atau yang biasa akrab dipanggil JK, kembali bertemu perwakilan PSSI plus Menpora Imam Nahrawi. Ia mengatakan, bahwa PSSI harus kembali aktif dan diawasi oleh tim transisi.

Demikian antara lain hasil pertemuan JK dengan Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, Imam Nahrawi, dan juga ketua umum KOI Rita Subowo, serta ketua kehormatan PSSI, Agum Gumeler, di Istana Wapres di Jln. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/5/2015).

"Ya tadi sudah bertemu dengan Menpora dan PSSI, dengan didampingi Pak Agum dan Bu Rita. Kami membahas masalah sepakbola nasional, dan tentu uga di sini dalam hal organisasi PSSI," ujar JK dalam keterangan persnya.

"Tadi disepakati, yang pertama, sepakbola nasional hars tetap jalan. Kompetisi harus berjalan dengan baik. Tentu karena itulah maka PSSI harus aktif lagi. PSSI ini sekarang sedang proses melaporkan ke Istana Presiden. Tapi insyaallah sore ini sudah beres."

Ketika JK Ditanya apakah itu berarti Menpora akan mencabut SK pembekuan PSSI, JK menjawab:

"Tentu proses setelah itu, melapor dulu. Kalau dari saya sudah. Mudah-mudahan hari ini selesai, sebentar lagi."

JK menegaskan bahwa urusan sepakbola tetap harus diserahkan kepada PSSI. Tim transisi bentukan Kemenpora juga tidak perlu ditiadakan, melainkan bisa menjalankan fungsi pengawasan.

"PSSI tidak perlu minta persetujuannya 'kan. Yang penting, keinginan kita semua agar sepakbola nasional kita kembali bergerak, kembali berkompetisi, liga tetap jalan, pertandingan ada, semua tetap jalan seperti biasa. PSSI 'kan menerima saja peraturan itu, dan memang di sini tim transisi akan berfungsi sebagai mengevaluasi persepakbolaan nasional. Tim transisi mengawasi persepakbolaan nasional termasuk PSSI.

"(Bentuk pengawasan terhadap PSSI) ya harus sesuai dengan aturan. Jangan macam-macam, pengaturan pemain. Masih banyak lah. Sesuai aturan saja," papar JK yang juga politisi senior dari Partai Golkar itu.

Ia menambahkan, jika SK pembekuan PSSI dicabut, maka hal-hal lain terkait kompetisi akan lebih mudah untuk dilanjutkan, misalnya soal izin pertandingan.

"Otomatis kalau sudah dicabut nanti... eh, direvisi, karena tidak ada kata pembekuan. Setelah direvisi, tentu otomatis polisi mengizinkan. Maka, selesailah itu persoalan."
Termasuk juga, kata JK, soal proses gugatan hukum yang dilakukan PSSI terhadap Kemenpora melalui PTUN.

JK menambahkan, bahwa PSSI harus dilanjutkan termasuk dengan pengurus yang terpilih pada Kongres Luar Biasa di Surabaya pada 18 April lalu.

"Otomatis. 'Kan dipilih secara demokratis. Nantu tentu La Nyalla akan dinilai dari prestasinya di PSSI. Tentu yang menilai adalah anggota dan juga ketua kehormatan," ucapnya.

Liga

Jadwal

ISL ( LIGA )

Cari Disini